5 PRINSIP PENERAPAN LEAN MANUFACTURING

Lean Manufacturing adalah strategi produksi yang bertujuan untuk menghilangkan pemborosan (aktivitas tidak bernilai tambah) dan memaksimalkan efisiensi dalam proses manufaktur. Dengan mengidentifikasi dan menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai tambah, Lean Manufacturing mengurangi waktu tunggu, meminimalkan persediaan, dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. Pendekatan ini juga menekankan perbaikan berkelanjutan, memberdayakan karyawan untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah secara proaktif dan kolaboratif. Prinsip Lean Manufacturing telah berhasil diterapkan di berbagai industri, menghasilkan penghematan biaya yang signifikan, peningkatan kualitas, dan peningkatan kepuasan pelanggan.

Salah satu kegiatan utama Lean Manufacturing adalah konsep perbaikan berkelanjutan, juga dikenal sebagai Kaizen. Prinsip ini melibatkan proses yang tidak pernah berakhir untuk mengidentifikasi area kegiatan tidak bernilai tambah dan inefisiensi dalam proses manufaktur dan menerapkan perbaikan bertahap kecil untuk menghilangkannya. Dengan terus meningkatkan, organisasi dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan tetap kompetitif di pasar.

Kaizen mendorong karyawan untuk mengambil tanggungjawab atas pekerjaan mereka dan memberdayakan pengetahuan, keterampilan dan pengalamannya untuk membuat keputusan dan menerapkan perubahan yang menguntungkan organisasi dan pelanggan. Pendekatan ini menumbuhkan budaya pembelajaran dan pengembangan berkelanjutan, untuk tetap kompetitif dalam lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat saat ini.

Tentu, berikut adalah lima prinsip Lean Manufacturing:

  1. Identifikasi Nilai Pelanggan: Prinsip pertama Lean Manufacturing adalah mengidentifikasi dan memenuhi nilai kepada pelanggan. Ini melibatkan pemahaman kebutuhan dan harapan pelanggan dan merancang produk dan proses yang memenuhi persyaratan tersebut.
  2. Value Stream: Prinsip kedua adalah memetakan seluruh value stream, dari bahan baku hingga produk jadi, dan mengidentifikasi semua pemborosan yang terjadi. Ini membantu menghilangkan pemborosan dan inefisiensi dengan berfokus pada langkah-langkah bernilai tambah dalam proses.
  3. Mengalirkan Nilai: Prinsip ketiga adalah menciptakan aliran produk yang lancar dan berkelanjutan melalui aliran nilai. Ini dengan meminimalkan waktu tunggu, mengurangi ukuran batch, dan meratakan produksi untuk menghindari kelebihan produksi dan kurangnya pemanfaatan sumber daya.
  4. Membangun Sistim Tarik: Prinsip keempat adalah memproduksi hanya apa yang dibutuhkan, ketika dibutuhkan, berdasarkan permintaan pelanggan. Ini menggunakan sistem tarik, di mana produk ditarik melalui aliran nilai berdasarkan pesanan pelanggan, daripada mendorong produk melalui sistem berdasarkan perkiraan.
  5. Mengejar Kesempurnaan: Prinsip kelima adalah mengupayakan perbaikan dan kesempurnaan berkelanjutan dalam semua aspek proses pembuatan. Ini melibatkan penerapan sistem perbaikan berkelanjutan, seperti Kaizen, dan melibatkan semua karyawan dalam prosesnya. Dengan terus meningkatkan, organisasi dapat menghilangkan pemborosan, mengurangi biaya, dan meningkatkan kualitas dan kepuasan pelanggan.

Pada tanggal 10 & 11 April 2023, PT. Kaizen Global Solusi (Kaizenindo Consulting) memberikan pelatihan Lean Six Sigma Enterprise pada Tim Lean Six Sigma project PT Phapros Tbk. Pelatihan ini berjalan dengan lancar dan sukses. (*) (Tim Konsultan Kaizenindo Consulting)